Wednesday, January 10, 2018

Audit TSI Pada Lingkungan Personal Information System

Audit Sistem Operasi
Sistem Operasi : Microsoft Windows 10 Home Single Language (version 10.0.15063; build 15063)
Windows 10 merupakan sistem operasi yang paling terbaru yang sedang banyak dipakai oleh banyak pengguna karna mempunyai sistem operasi yang cukup baik dalam segala aspek dan lebih elegan dalam tampilan maupun dalam performa yang cukup baik jika di update secara berkala jika ada pembaruan.

Kelebihan Windows 10 :

1. kompatibel di semua perangkat
 windows 10 tidak hanya bisa dijalankan di komputer, notebook, dan netbook saja, akan tetapi sistem ini juga bisa dijalankan di smartphone atau tablet
2. dilengkapi dengan teknologi virtual dekstop
virtual dekstopadalah teknologi yang memampukan anda untuk membuat beberapa dekstop dengan tema dan tujuan yang berbeda. teknologi ini pun bisa memudahkan anda mencari file dengan sangat cepat dan akurat
 3. start menu yang bagus dan dinamis
 jika dilihat sekilas tampilan menu pada windows 10 nampak seperti penggabungan dari versi windows sebelum nya. start menu pada windwos 10 sangat mudah di mengerti dan lebih mudah di gunakan dari windows sebelumnya
4. membuka beberapa aplikasi dalam satu layar/bersamaan
ini adalah salah satu keunggulan yang banyak membantu orang-orang yang sibuk pada windows 10 kita bisa membuka beberapa aplikasi dan menampilkannya pada layar secara berdampingan, dengan cara memencet tombol windows+arah panah (kanan-kiri) secara bersamaan
5. penambahan aplikasi command
dengan aplikasi ini anda bisa berinteraksi dengan komputer memalui aplikasi command.


Kekurangan Windows 10 :

1. tidak dirancang untuk keperluan sehari-hari
windows 10 lebih ditujukan untuk pengguna yang sudah terbiasa dengan sistem komputer yang agak rumit
2. masih banyak perubahan
windows 10 adalah versi yang belum mencapai final dengan kata lain sewaktu-waktu pasti akan ada perbahan
3. tidak easy-to-use
sistem operasi ini kurang sesuai untuk orang awam karena memiliki sistem yang lebih rumit dari sistem windows sebelumnya
4. belum selesai digarap
windows 10 belum 100% selesai. jadi anda tidak usah terburu-buru mengupdate PC/perangkat anda untuk menggunakan sistem windows 10. gunakan windwos 7/8 yang lebih mudah untuk orang yang belum terbiasa dengan sistem yang rumit.



Audit Aplikasi

Berikut merupakan audit dari beberapa aplikasi yang digunakan di laptop saya, diantaranya yaitu :

1. Adobe Premiere Pro CC 2017|11.0.0||Adobe Systems Incorporated||2.5 GB
2. Adobe Photoshop CS6|13.0||Adobe Systems Incorporated||111.6 MB
3. CorelDRAW Graphics Suite X6|16.0.0.707||Corel Corporation||64.0 MB
4. FIFA 17|1.0.0.0|||2017-10-17|3.1 GB
5. Microsoft Office Professional Plus 2010|14.0.7015.1000|VYBBJ-TRJPB-QFQRF-QFT4D-H3GVB|Microsoft Corporation|2017-12-15|127.6 MB
6. NVIDIA GeForce Experience 3.9.0.61|3.9.0.61||NVIDIA Corporation|2017-09-03|2.6 MB
7. Sublime Text Build 3126|||Sublime HQ Pty Ltd|2017-06-09|22.7 MB
8. Windows 10 Update and Privacy Settings|1.0.14.0||Microsoft Corporation|2017-07-09|2.1 MB
9. Google Chrome|63.0.3239.84||Google Inc.|2016-12-05|362.6 MB
10. Adobe Dreamweaver CS6|12||Adobe Systems Incorporated||111.6 MB

Dari aplikasi diatas ada 10 aplikasi yang saya sering guanakan dengan penjelasana nama aplikasi, versi aplikasi, publisher, dan size dari masing masing aplikasi. Aplikasi diatas ada yang merupakan aplikasi multimedia, browser, game, dan aplikasi pengolah kata dan angka

Audit Penyimpanan

Di dalam audit penyimpanan akan dijelaskan beberapa poin yang cukup penting untuk mengetahuinya
diantaranya yaitu :
Disk = ST1000LM024 HN-M101MBB (931.5 GB)
Caption = ST1000LM024 HN-M101MBB
Serial number = S31QJ9KH700670
Size = 931.5 GB
Manufacturer = (Standard disk drives)
Interface type = IDE
Media type = Fixed hard disk media
Bytes per sector= 512
Heads = 255
Cylinders = 121601
Sectors = 1953520065
Tracks = 31008255
Dengan penyimpanan yang cukup besar yaitu 931.5 GB atau bisa dibilang 1TB, bisa meyimpan banyak data







Audit WLAN

Dalam audit WLAN akan di jelaskan menggunakan perangkat apa di dalam laptop yang saya audit ini secara jelas dan menjabarkan semua dengan rinci berikut penjelasannya :
1. Network adapter = Qualcomm Atheros QCA9377 Wireless Network Adapter
Adapter type = Ethernet 802.3
Net connection status = Media disconnected
Manufacturer = Qualcomm Atheros Communications Inc.
Speed = 0.0 bps
Adapter IP-addres =
Adapter MAC-address = 76:DF:4A:73:2F:40
DHCP enabled = True
DHCP server =
DNS domain =
WINS primary server =
WINS secondary server =




2. Network adapter = Realtek PCIe GBE Family Controller
Adapter type = Ethernet 802.3
Net connection status = Connected
Manufacturer = Realtek
Speed = 1.0 Gbps
Adapter IP-address = 192.168.100.3
Adapter MAC-address = 54:AB:3A:B2:F1:2A
DHCP enabled = True
DHCP server = 192.168.100.1
DNS domain =
WINS primary server =
WINS secondary server =


  Diatas merupakan penjelasan secaraa rinci hardware yang digunakan untuk WLAN dan LAN, WLAN dalam keadaan connect dan LAN dalam keadaan connect.

Audit TSI pada lingkungan Personal Information System

1. Pengertian Audit TSI

Audit teknologi informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh.
Audit system informasi merupakan proses mengumpulkan dan mengevaluasi fakta/temuan/ evidence untuk menentukan apakah suatu sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien.
Audit merupakan proses yang sistematis dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti, guna memberikan asersi dan menilai seberapa jauh tindakan ekonomi sudah sesuai dengan kriteria berlaku, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak terkait.

2. Proses Audit

Audit dalam konteks teknologi informasi adalah memeriksa apakah sistem komputer berjalan semestinya. Tujuh langkah proses audit:

  1. Implementasikan sebuah strategi audit berbasis manajemen risiko serta control practice yang dapat disepakati semua pihak.
  2. Tetapkan langkah-langkah audit yang rinci.
  3. Gunakan fakta/bahan bukti yang cukup, handal, relevan, serta bermanfaat.
  4. Buatlah laporan beserta kesimpulannya berdasarkan fakta yang dikumpulkan.
  5. Telaah apakah tujuan audit tercapai.
  6. Sampaikan laporan kepada pihak yang berkepentingan.
  7. Pastikan bahwa organisasi mengimplementasikan managemen risiko serta control practice.

3. Teknik Audit

Teknik audit adalah cara yang dipergunakan oleh auditor untuk memperoleh bukti,   berikut adalah teknik yang umum di gunakan oleh auditor : analisis, observasi/pengamatan, permintaan informasi, evaluasi, investigasi, verifikasi, cek, uji/tes, footing, cross footing, vouching, trasir, scanning, rekonsiliasi, konfirmasi, bandingkan, inventarisasi, inspeksi.

A. Teknik-teknik audit yang dapat digunakan untuk pengujian fisik adalah :

Observasi/pengamatan adalah peninjauan dan pengamatan atas suatu objek secara hati-hati, ilmiah, dan berkesinambungan selama kurun waktu tertentu untuk membuktikan suatu keadaan atau masalah.

Inventarisasi/opname adalah pemeriksaan fisik dengan menghitung fisik barang, menilai kondisinya dan membandingkan dengan saldo menurut buku, kemudian mencari sebab-sebab terjadinya perbedaan apabila ada. hasil opname biasanya dituangkan dalam suatu berita acara.

Inspeksi adalah meneliti secara langsung ketempat kejadian, yang lazim pula disebut on the spot inspection, yang dilakukan secara rinci dan teliti.

B. Teknik audit untuk bukti dokumen.

Verifikasi Adalah pengujian secara rinci dan teliti tentang kebenaran, ketelitian perhitungan, kesahihan, pembukuan, kepemilikan, dan eksistensi suatu dokumen.

Cek adalah menguji kebenaran atau keberadaan sesuatu, dengan teliti.

Uji/Test uji test adalah penelitian secara mendalam terhadap hal-hal secara esensial atau penting.

Footing Adalah menguji kebenaran penjumlahan subtotal dan total dari atas ke bawah, footing dilakukan terhadap data yang disediakan auditi, tujuan teknik footing adalah untuk menentukan apakah data atau laporan yang disediakan auditi dpat diyakini ketepatan perhitungannya.

Vouching adalah menelusuri suatu informasi/data dalam suatu dokumen dari pencatatan menuju kepada adanya bukti pendukung, atau menelusuri mengikuti prosedur yang berlaku dari ahasil menuju awal kegiatan.

Trasir/telusur adalah teknik audit dengan menelusuri suatu bukti transaksi/kejadian menuju ke penyajian dalam suatu dokumen.

Scanning adalah penelaahan secara umum dan dilakukan dengan cepat tetapi teliti, untuk menemukan hal-hal yang tidak lazim atas suatu informasi. contoh scanning terhadap pengeluaran kas yang lebih besar dari Rp. 10.000.000

Rekonsiliasi mencocokan dua data yang terpisah, mengenai hal yang sama dikerjakan oleh bagian yang berbeda.

C. Teknik audit untuk bukti analisis.

Analisis memecah atau mengurai data informasi ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil atau bagian-bagian, sehingga dapat diketahui pola hubungan antar unsur atau unsur penting tersembunyi.

Evaluasi merupakan cara memperoleh suatu kesimpulan dengan mencari pola hubungan atau dengan menghubungkan atau merakit berbagai informasi yang telah diperoleh baik bukti intern maupun ekstern.

Investigasi adalah suatu upaya untuk mengupas secara intensif suatu permasalahan melalui penjabaran, penguraian, atau penelitian secara mendalam. tujuan yaitu memastikan apakah indikasi yang diperoleh dari teknik audit yang lainnya dilakukanmemang benar terjadi.
Pembandingan yaitu membandingkan data dari satu unit kerja dengan unit kerja lain, atas hal sama dan periode yang sama atau hal yang sama dengan periode yang berbeda kemudian ditarik kesimpulan.

D. Teknik audit untuk bukti keterangan

Konfirmasi : adalah memperoleh bukti sebagai kepastian bagi auditor, dengan cara mendapatkan mendapatkan informasi yang sah dari pihak luar auditi. konfirmasi terdapat konfirmasi positif yaitu konfirmasi yang harus dijawab secara tertulis oleh pihak luar dan konfirmasi negatifmerupakan konfirmasi yang meminta jawaban tertulis bila data yang dikonfirmasi berbeda.

Permintaan informasi : Permintaan informasi yang dilakukan dengan tujuan menggali informasi tertentu berbagai pihak yang berkopeten. hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu sumber informasi.

4. Regulasi Audit


Dengan dominannya  penggunaan komputer dalam membantu kegiatan operasional diberbagai perusahaan, maka diperlukan standar-standar kontrol sebagai alat pengendali internal untuk menjamin bahwa data elektronik yang diproses adalah benar. Beberapa jenis standar kontrol yaitu:

a) COSO (Comitte Of Sponsoring Organizationof the treadway commission’s)


Yaitu dibentuk pada tahun 1985 dengan tujuan untuk menyatukan pandangan dalam komunitas bisnis berkaitan dengan isu-isu seputar pelaporan keuangan yang mengandung fraud (penggelapan).Tahun 1992, COSO menyusun dan Menerbitkan Internal Control Integrated Framework yang berisi rumusan definisi pengendalian intern, pedoman penilaian, serta perbaikan terhadap sistem pengendalian intern.Tahun 2004, COSO mengembangkan Internal Control Integrated Framework dengan menambah cakupan tentang manajemen  dan strategi resiko yang disebut ERM (Enterprise Risk Manajement).
Pencapaian tujuan pengendalian intern yang didefenisikan COSO:    
1.      Efektifitas dan efisiensi aktivitas operasi
2.      Kehandalan pelaporan keuangan
3.      Ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
4.      Pengamanan aset entitas.

b) COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology)

Yaitu alat pengendalian untuk informasi dan tekhnology terkait dan merupakan standar terbuka yang dikembangkan oleh ISACA melalui ITGI (Information and Technology Governance Institute)pada tahun 1992. Tujuan dari COBIT yaitu untuk mengembangkan , melakukan riset dan mempublikasikan suatu standar teknologi informasi yang diterima umum dan selalu up to date untuk digunakan dalam kegiatan bisnis sehari-hari.

c) SARBOX (Sarbanes-Oxley Act)

Yaitu merupakan peraturan yang ditandatangani Presiden George W.Bush tanggal 30 juli 2012 untuk mereformasi dunia pasarmodal Amerika Serikat. Tujuan SARBOX yaitu:
1.      Meningkatkan akuntabilitas manajemen dengan memastikan bahwa manajemen akuntan dan pengacara memiliki tanggung jawab atas informasi keuangan yang menjadi tanggung jawab mereka.
2.      Meningkatkan pengungkapan dengan berusaha untuk menyatakan bahwa beberapa kejadian kunci dan transaksi luar biasa tidak mendapatkan pengawasan hanya karena tidak disyaratkan untuk diungkap di publik.
3.      Meningkatkan pengawasan rutin yang lebih intensif oleh SEC.
4.      Meningkatkan akuntabilitas akuntan.

d) ISO 17799

Yaitu standar untuk sistem manajemen keamanan informasi meliputi dokomen kebijakan keamanan informasi, alokasi keamanan informasi tanggung-jawab,menyediakan semua para pemakai dengan pendidikan dan pelatihan didalam keamanan informasi, mengembangkan suatu sistem untuk pelaporan peristiwa keamanan, memperkenalkan virus kendali, mengembangkan suatu rencana kesinambungan bisnis, mengendalikan pengkopian perangkat lunak kepemilikan, surat pengantar arsip organisatoris, mengikuti kebutuhan perlindungan data, dan menetapkan prosedure untuk mentaati kebijakan keamanan.

e) BASEL II

BASEL II dibentuk yaitu sebagai penerapan kerangka pengukuran bagi risiko kredit, sistem ini mensyaratkan Bank-bank  untuk memisahkan eksposurnya ke dalam kelas yang lebih luas, yang menggambarkan kesamaan tipe debitur(hutang).

5. Standar dan Kerangka Kerja Audit


Standar Audit SI tidak lepas dari standar professional seorang auditor SI. Standar professional adalah ukuran mutu pelaksanaan kegiatan profesi yang menjadi pedoman bagi para anggota profesi dalam menjalankan tanggungjawab profesinya. 
Standar profesional adalah batasan kemampuan (knowledge, technical skill and professional attitude) minimal yang harus dikuasai oleh seseorang individu untuk dapat melakukan kegiatan profesionalnya pada masyarakat secara mandiri yang aturan-aturannya dibuat oleh organisasi profesi yang bersangkutan. Beberapa diantaranya adalah:

ISACA : IT Standards, Guidelines, and Tools and Techniques for Audit and Assurance and Control Professionals
IIA : International Professional Practices Framework / IPPF
IASII : Standar Audit Sistem Informasi
BI : Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank / SPFAIB
BPPT : Framework, Kode Etik & Standar, Pedoman Umum Audit Teknologi
Standar dan kerangka kerja menurut ISACA:



S1 Audit Charter

o Tujuan, tanggung jawab, kewenangan dan akuntabilitas dari fungsi audit sistem informasi atau penilaian audit sistem informasi harus didokumentasikan dengan pantas dalam sebuah audit charter atau perjanjian tertulis.
o Audit charter atau perjanjian tertulis harus mendapat persetujuan dan pengabsahan pada tingkatan yang tepat dalam organisasi.

S2 Independence

o Professional Independence
o Dalam semua permasalahan yang berhubungan dengan audit, auditor sistem informasi harus independen terhadap auditee baik dalam sikap maupun penampilan.
o Organisational Independence
o Fungsi audit sistem informasi harus independen tehadap area atau aktivitas yang sedang diperiksa agar tujuan penilaian audit terselesaikan.

S3 Professional Ethics and Standards

o Auditor  sistem informasi harus tunduk pada kode etika profesi dari ISACA dalam melakukan tugas audit.
o Auditor sistem informasi harus patuh pada penyelenggarakan profesi, termasuk observasi terhadap standar audit profesional yang dipakai dalam melakukan tugas audit.

S4 Professional Competence

o Auditor sistem informasi harus seorang profesional yang kompeten, memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk melakukan tugas audit.
o Auditor sistem informasi harus mempertahankan kompetensi profesionalnya secara terus menerus dengan melanjutkan edukasi dan training.

S5 Planning

o Auditor sistem informasi harus merencanakan peliputan audit sistem informasi sampai pada tujuan audit dan tunduk pada standar audit profesional dan hukum yang berlaku.
o Audit sistem informasi harus membangun dan mendokumentasikan resiko yang didasarkan pada pendekatan audit.

S6 Performance of Audit Work

o Pengawasan-staff audit sistem informasi harus diawasi untuk memberikan keyakinan yang masuk akal bahwa tujuan audit telah sesuai dan standar audit profesional yang ada.
o Bukti-Selama berjalannya audit, auditor sistem informasi harus mendapatkan bukti yang cukup, layak dan relevan untuk mencapai tujuan audit. Temuan audit dan kesimpulan didukung oleh analisis yang tepat dan interprestasi terhadap bukti-bukti yang ada.
o Dokumentasi-Proses audit harus didokumentasikan, mencakup pelaksanaan kerja audit dan bukti audit untuk mendukung temuan dan kesimpulan auditor sistem informasi.

S7 Reporting

o Auditor sistem informasi harus menyajikan laporan, dalam pola yang tepat, atas penyelesaian audit.
o Laporan audit harus berisikan ruang lingkup, tujuan, periode peliputan, waktu dan tingkatan kerja audit yang dilaksanakan.
o Laporan audit harus berisikan temuan, kesimpulan dan rekomendasikan serta berbagai pesan, kualifikasi atau batasan dalam ruang lingkup bahwa auditor sistem informasi bertanggung jawab terhadap audit.
o Auditor sistem informasi harus memiliki bukti yang cukup dan tepat untuk mendukung hasil pelaporan.



6. Manajemen Resiko
Risiko merupakan sesuatu yang tidak ada dalam rencana proyek namun mungkin terjadi dan menyebabkan waktu pelaksanaan proyek menjadi terlambat terlambat, biaya membengkak membengkak dan kompromi terhadap kualitas/kinerja. Risiko merupakan merupakan ancaman-ancaman dalam proyek.
Manajemen Risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian resiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi resiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu.




Empat Tahap Manajemen Manajemen Risiko
1.      Identifikasi

  • Antisipasi risiko
  • Membuat daftar risiko, pemicunya dan gejalanya

2.      Analisis

  • Mengevaluasi kemungkinan dampak yang ditimbulkan
  • Kualitatif vs. Kuantitatif

3.      Merespon Risiko Pengembangan strategi mitigasi risiko

  • Mengurangi Mengurangi dampak yang ditimbulkan ditimbulkan risikko risikko
  • Mebuat contigency plan / rencana darurat

4.      Mengendalikan Risiko

  • Memonitor
  • Melakukan update daftar dan strategi
  • Menjalankan contingency plan
  • Menghadapinya

Cara Melakukan Manajemen Resiko Dengan Efektif

Untuk melakukan manajemen risiko kita perlu melelui beberapa proses. Seperti yang dikutip dari id.wikipedia.org, COSO atau  Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission menyebutkan ada delapan kerangka yang berkaitan dalam Manajemen Risiko Korporasi (MRK) yaitu
  • Lingkungan internal (internal environment)
  • Penentuan sasaran (objective setting)
  • Identifikasi peristiwa (event identification)
  • Penilaian risiko (risk assessment)
  • Tanggapan risiko (risk response)
  • Aktivitas pengendalian (control activities)
  • Informasi dan komunikasi (information and communication)
  • Pemantauan (monitoring)


Tuesday, December 19, 2017

Perencaaan Audit Teknologi Sistem Informasi

Pada tahap perencanaan TSI yang akan dilakukan adalah menentukan ruang lingkup (scope), objek yang akan diaudit, standard evaluasi dari hasil audit dan komunikasi dengan managen pada organisasi yang bersangkutan dengan menganalisa visi, misi, sasaran dan tujuan objek yang diteliti serta strategi, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengolahan investigasi.Jika proses perencanaan dilaksanakan secara efektif, maka tim audit akan sukses. Sebaliknya, jika dilakukan dengan buruk dan pekerjaan dimulai tanpa rencana dan tanpa jelas arah, upaya tim audit bisa berakibat pada kegagalan. Tujuan dari proses perencanaan adalah untuk menentukan tujuan dan ruang lingkup audit. Anda perlu menentukan apa yang ingin anda capai dengan ulasannya. Proses perencanaan ini membutuhkan penelitian yang cermat, pemikiran, dan pertimbangan untuk setiap audit. 

Perencanaan meliputi beberapa aktivitas utama, yaitu:
  • Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit
  • Pengorganisasian tim audit
  • Pemahaman mengenai operasi bisnis klien
  • Kaji ulang hasil audit sebelumnya
  • Penyiapan program audit


Perencanaan sebelum menjalankan proses audit dengan metodologi audit yaitu:

  • Audit subject
  • Audit objective
  • Audit Scope
  • Preaudit planning
  • Audit procedures and Steps for data gathering
  • Evaluasi hasil pengujian dan pemeriksaan
  • Audit report preparation

Berikut struktur isi laporan audit secara umumnya (tidak baku):
     a)      Pendahuluan
     b)      Kesimpulan umum auditor
     c)      Hasil audit
     d)     Rekomendasi
     e)      Exit interview

Teknik Audit
T
Ada beberapa pendekatan yang dapat dipilih oleh seorang auditor apabila menggunakan teknik audit berbantuan komputer, yaitu melakukan pengujian aplikasi atau melakukan pengujian substantif.

Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan apabila auditor tersebut memilih melakukan pengujianaplikasiadalah:

1.TestData
Metode ini menggunakan data masukan yang telah dipersiapkan auditor dan menguji data tersebut dengan salinan (copy) dari perangkat lunak aplikasi auditan. Hasil pemrosesan data tersebut akan dibandingkan dengan ekspektasi auditor. Jika ada hasil yang tidak sesuai, mungkin ini suatu indikasi penyimpangan logika atau mekanisme pengendalian.

2.IntegratedTestFacility(ITF)
Adalah suatu pendekatan teknik terotomatisasi yang memungkinkan auditor menguji alur logika dan kendali suatu aplikasi pada saat operasi normal berlangsung.
3.ParallelSimulation(PS)
Pendekatan ini mengharuskan auditor untuk membuat suatu program yang menyimulasikan fungsi utama tertentu dari aplikasi yang sedang diuji.
Sedangkan untuk melakukan pengujian substantif (misalnya detail transaksi atau saldo perkiraan),makaauditordapatmemilihteknik:
1.EmbaddedAuditModule(EAM)
Merupakan suatu teknik dimana satu atau lebih modul program tertentu dilekatkan di suatu aplikasi untuk mencatat secara tersendiri serangkaian transaksi yang telah ditentukan ke dalamfileyangakandibacaolehauditor
2.GeneralizedAuditSoftware(GAS)
Adalah pendekatan yang menggunakan suatu perangkat lunak tertentu yang dimanfaatkan untuk menyeleksi, mengakses, mengorganisasikan data untuk kepentingan pengujian substantif. Pendekatan ini memungkinkan auditor untuk mengakses dan mengambil berbagai file data ke dalam computer untuk kemudian melakukan berbagai pengujian yang diperlukan. Pendekatan ini merupakan teknik yang paling populer karena relatif lebih mudah karena tidak diperlukan kemampuan teknik komputasi yang cukup mendalam.

Direferensikan sebagai bagian dari setiap proses perencanaan audit:
1.      Melepaskan dari manajer audit
2.      Survei pendahuluan
3.      Permintaan pelanggan
4.      Daftar periksa standar
5.      Penelitian
6.      Penilaian
7.      Penjadwalan
8.      Memulai rapat

a.      Terlepas dari manajer audit

Jika audit termasuk dalam rencana audit, pasti ada beberapa alasan. Manajer audit harus menyampaikan kepada tim audit informasi tersebut yang menyebabkan audit dijadwalkan. Ini mungkin termasuk komentar dari it manajemen dan / atau kekhawatiran yang diketahui di daerah tersebut. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya audit dijadwalkan perlu dicakup dalam rencana audit. Selain itu, manajer audit harus dapat memberikan tim audit kontak kunci untuk audit tersebut.

b.      Survei awal

Tim audit harus meluangkan waktu sebelum setiap audit melakukan survei pendahuluan di wilayah yang akan diaudit untuk memahami apa auditnya akan memerlukan. Hal ini kemungkinan akan mencakup wawancara dengan pelanggan audit untuk memahami fungsi sistem atau proses yang sedang ditinjau, serta review dari setiap yang bersangkutan dokumentasi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan latar belakang dan pemahaman dasar area yang akan ditinjau. Hal ini diperlukan untuk melakukan penilaian awal terhadap risiko di daerah.

c.       Permintaan pelanggan

Tim audit seharusnya tanyakan pada pelanggan area apa yang mereka pikir harus ditinjau dan area mana yang menjadi perhatian. Masukan ini harus sesuai dengan hasil penilaian risiko obyektif auditor untuk menentukan ruang lingkup audit. Tentu, terkadang auditor tidak akan menggunakan masukan pelanggan.

d.      Daftar standar

Daftar periksa audit standar untuk area yang sedang diperiksa adalah sering tersedia daftar periksa di bagian ii buku ini dapat menjadi awal yang baik titik untuk banyak audit selain itu, departemen audit mungkin memiliki daftar periksa sendiri untuk sistem dan proses standar di perusahaan. Memiliki standar, repeatable audit daftar periksa untuk area umum dapat memberikan awal yang berguna bagi banyak audit. Mereka daftar periksa, bagaimanapun, harus dievaluasi dan diubah seperlunya untuk setiap audit tertentu.memiliki daftar periksa standar tidak menghilangkan persyaratan auditor untuk melakukan penilaian risiko sebelum setiap audit.

e.      Penelitian

Akhirnya, internet, buku, dan materi pelatihan harus dirujuk dan digunakan sesuai untuk setiap audit untuk mendapatkan informasi tambahan tentang area tersebut diaudit

f.        Penilaian

Auditor harus melakukan penilaian terhadap risiko di wilayah yang ditinjau untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang harus dilakukan selama audit.auditor perlu pikirkanlah melalui risiko terhadap sistem atau fungsi teknologi yang dimaksud. Hasil dari latihan sebelumnya harus menjadi penentuan lingkup dari audit, termasuk menentukan dan mengkomunikasikan apa yang berada di luar jangkauan dan menyusun daftar langkah yang harus dilakukan untuk mencapai cakupan itu. Langkah-langkah ini seharusnya didokumentasikan dengan detail yang cukup untuk memungkinkan auditor melakukan audit pahami risikonya ditangani setiap langkahnya. Penting juga agar anda mendokumentasikan langkah-langkah audit sehingga mereka berulang dan mudah digunakan oleh orang berikutnya yang melakukan audit serupa, sehingga berfungsi sebagai alat pelatihan dan memungkinkan dilakukannya pengulangan ulang yang lebih efisien audit.

Tipe-tipe resiko terdiri dari:
1. Resiko pengembangan
2. Resiko Kesalahan
3. Resiko Terhentinya Bisnis
4. Resiko Pengungkapan Informasi
5. Resiko Penggelapan

Proses penilaian resiko dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut ini:
a. Identifikasi objek (asset) yang akan dilindungi
b. Penentuan ancaman yang dihadapi
c. Menetapkan peluang kejadian
d. Menghitung besarnya dampak dan kelemahan sistem
e. Menilai alat-alat pengamanan yang ada
f. Rekomendasi dan implementasi

g.      Penjadwalan

Elemen penting dari proses perencanaan adalah penjadwalan audit (yaitu, menentukan saat audit akan berlangsung). Daripada mendikte kapan audit akan terjadi berdasarkan semata-mata pada kenyamanan tim audit, penjadwalan audit harus dilakukan bekerja sama dengan nasabah audit. Ini akan memungkinkan tim audit untuk melakukannya pertimbangkan absensi personil dan waktu aktivitas tinggi, di mana tim audit mungkin tidak bisa mendapatkan waktu dan perhatian yang tepat dari organisasi mereka.

h.      Memulai rapat

Menjelang akhir proses perencanaan, memulai harus dilakukan dengan audit pelanggan sehingga anda dapat mengkomunikasikan apa yang masuk dan keluar dari ruang lingkup proyek audit dan juga menerima masukan terakhir mereka.


source :
http://mirzahtale.blogspot.co.id/2017/10/audit-teknologi-sistem-informasi.html?view=sidebar
http://novitasi.blogspot.co.id/2017/10/audit-tsi.html
http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/07/25/teknologi-sistem-informasi-tsi/