Monday, October 30, 2017

Audit Teknologi SIstem Informasi

Audit merupakan sebuah kegiatan yang melakukan pemeriksaan untuk menilai dan mengevaluasi sebuah aktivitas atau objek seperti implementasi pengendalian internal pada sistem informasi akuntansi yang pekerjaannya ditentukan oleh manajemen atau proses fungsi akuntansi yang membutuhkan kemajuan. Proses auditing telah menjadi sangat rapi di Amerika Serikat, khususnya pada bidang profesional accounting association. Akan tetapi, baik profesi audit internal maupun eksternal harus secara terus menerus bekerja keras untuk meningkatkan dan memperluas teknik, karena profesi tersebut akan menjadi tidak mampu untuk mengatasi perkembangan dalam teknologi informasi dan adanya tuntutan yang semakin meningkat oleh para pemakai informasi.
 Secara garis besar perlunya pelaksanaan audit dalam sebuah perusahaan yang telah mempunyai keahlian dalam bidang teknologi informasi yaitu antara lain: Kerugian akibat kehilangan data, kerugian akibat kesalahan pemrosesan komputer, pengambilan keputusan yang salah akibat informasi yang salah, kerugian karena penyalahgunaan komputer (Computer Abused), Nilai hardware, software dan personil sistem informasi, dan terakhir pemeliharaan kerahasiaan informasi.

Perencanaan (Planning)
Tahap perencanaan ini yang akan dilakukan adalah menentukan ruang lingkup (scope), objek yang akan diaudit, standard evaluasi dari hasil audit dan komunikasi dengan managen pada organisasi yang bersangkutan dengan menganalisa visi, misi, sasaran dan tujuan objek yang diteliti serta strategi, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengolahan investigasi.
Perencanaan meliputi beberapa aktivitas utama, yaitu:

–      Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit
–      Pengorganisasian tim audit
–      Pemahaman mengenai operasi bisnis klien
–      Kaji ulang hasil audit sebelumnya
–      Penyiapan program audit

Pemeriksaan Lapangan (Field Work)
Tahap ini yang akan dilakukan adalah pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan pihak-pihak yang terkait. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapan berbagai metode pengumpulan data yaitu: wawancara, quesioner ataupun melakukan survey ke lokasi penelitian.

Pelaporan (Reporting)
Setelah proses pengumpulan data, maka akan didapat data yang akan diproses untuk dihitung berdasarkan perhitungan maturity level. Pada tahap ini yang akan dilakukan memberikan informasi berupa hasil-hasil dari audit. Perhitungan maturity level dilakukan mengacu pada hasil wawancara, survey dan rekapitulasi hasil penyebaran quesioner. Berdasarkan hasil maturity level yang mencerminkan kinerja saat ini (current maturity level) dan kinerja standard atau ideal yang diharapkan akan menjadi acuan untuk selanjutnya dilakukan analisis kesenjangan (gap). Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kesenjangan (gap) serta mengetahui apa yang menyebabkan adanya gap tersebut.

Tindak Lanjut (Follow Up)
Tahap ini yang dilakukan adalah memberikan laporan hasil audit berupa rekomendasi tindakan perbaikan kepada pihak managemen objek yang diteliti, untuk selanjutnya wewenang perbaikan menjadi tanggung jawab managemen objek yang diteliti apakah akan diterapkan atau hanya menjadi acuhan untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Menurut Weber (2001), tahapan-tahapan audit sistem informasi terdiri dari:

Investigasi dan Penyelidikan Awal
Merupakan tahapan pertama dalam audit bagi auditor eksternal yang berarti menyelidiki dari awal atau melanjutkan yang ada unutk menentukan apakah pemeriksaan tersebut dapat diterima, penempatan staf audit yang sesuai melaukan pengecekan informasi latar belakang klien, mengerti kewajiban utama dari klien dan mengidentifikasi area resiko.

Pengujian atas Control (Tests of Controls)
Tahap ini dimulai dengan pemfokusan pada pengendalian menegemen, apabila hasil yang ada tidak sesuai dengan harapan, maka pengendalian manegemen tidak berjalan sebagai mana mestinya. Apabila auditor menemukan kesalahan yang serius pada pengendalian manegemen, maka mereka akan mengemukakan opini atau mengambil keputusan dalam pengujian transaksi dan saldo untuk hasilnya.

Pengujian atas Transaksi (Tests of Transaction)
Pengujian yang termasuk adalah pengecekan jurnal yang masuk dari dokumen utama, menguji nilai kekayaan dan ketepatan komputasi. Komputer sangat berguna dalam pengujian ini dan auditor dapat mengunakan software audit yang umum untuk mengecek apakah pembayaran bunya dari bank telak dikalkulasi secara tepat.

Pengujian atas Keseimbangan atau Hasil Keseluruhan (Tests of Balances or Overall Results)
Auditor melakukan pengujian ini agar bukti penting dalam penilaian akhir kehilangan atau pencatatan yang keliru yang menyebabkan fungsi sistem informasi gagal dalam memelihara data secara keseluruhan dan mencapai sistem yang efekti dan efesien. Dengan kata lain, dalam tahap ini mementingkan pengamatan asset dan integritas data yang obyektif.

Penyelesaian Audit (Completion of The Audit)
Tahap terakhir ini, auditor eksternal melakukan beberapa pengujian tambahan untuk mengoleksi bukti untuk ditutup dengan memberikan pernyataan pendapat.

PROSES AUDIT
Audit dalam konteks teknologi informasi seperti dijelaskan di atas adalah memeriksa apakah sistem komputer berjalan semestinya yang mempunyai tujuh langkah proses audit, yaitu:

1.         Implementasikan sebuah strategi audit berbasis manajemen risiko serta control practice yang dapat disepakati semua pihak.
2.         Tetapkan langkah-langkah audit yang rinci.
3.         Gunakan fakta/bahan bukti yang cukup, handal, relevan, serta bermanfaat.
4.         Buatlah laporan beserta kesimpulannya berdasarkan fakta yang dikumpulkan.
5.         Telaah apakah tujuan audit tercapai.
6.         Sampaikan laporan kepada pihak yang berkepentingan.
7.         Pastikan bahwa organisasi mengimplementasikan managemen risiko serta control practice.

Sebelum menjalankan proses audit, tentu saja proses audit harus direncanakan terlebih dahulu. Audit planning (perencanaan audit) harus secara jelas menerangkan tujuan audit, kewenangan auditor, adanya persetujuan managemen tinggi, dan metode audit. Metodologi audit:

1.         Audit subject. Menentukan apa yang akan diaudit.
2.         Audit objective. Menentukan tujuan dari audit.
3.         Audit Scope. Menentukan sistem, fungsi, dan bagian dari organisasi yang secara spesifik/khusus akan diaudit.
4.         Preaudit Planning. Mengidentifikasi sumber daya dan SDM yang dibutuhkan, menentukan dokumen-dokumen apa yang diperlukan untuk menunjang audit, menentukan lokasi audit.
5.         Audit procedures and steps for data gathering. Menentukan cara melakukan audit untuk memeriksa dan menguji kendali, menentukan siapa yang akan diwawancara.
6.         Evaluasi hasil pengujian dan pemeriksaan. Spesifik pada tiap organisasi.
7.         Prosedur komunikasi dengan pihak manajemen. Spesifik pada tiap organisasi.
8.         Audit Report Preparation. Menentukan bagaimana cara memeriksa hasil audit, yaitu evaluasi kesahihan dari dokumen-dokumen, prosedur, dan kebijakan dari organisasi yang diaudit.

Struktur dan isi laporan audit tidak baku, tapi umumnya terdiri atas:
·            Pendahuluan. Tujuan, ruang lingkup, lamanya audit, prosedur audit.
·            Kesimpulan umum dari auditor.
·            Hasil audit. Apa yang ditemukan dalam audit, apakah prosedur dan kontrol layak atau tidak
·            Rekomendasi. Tanggapan dari manajemen (bila perlu).
·            Exit interview. Interview terakhir antara auditor dengan pihak manajemen untuk membicarakan temuan-temuan dan rekomendasi tindak lanjut. Sekaligus meyakinkan tim manajemen bahwa hasil audit sahih

TEKNIK AUDIT
Teknik audit adalah metode yang digunakan auditor untuk mengumpulkan bukti audit. Menurut Arens dalam bukunya yang berjudul “Auditing and Assurance Services, 9th Edition”, teknik audit ada 7, yaitu:

1.         Pengujian Fisik (Physical Examination)
2.         Konfirmasi (Confirmation)
3.         Dokumentasi (Documentation)
4.         Prosedur Analitis (Analytical Procedures)
5.         Wawancara Kepada Klien (Inquiries of the Client)
6.         Hitung Uji (Reperfomance)
7.         Observasi (Observation)

Saat ini, hampir semua perusahaan besar menggunakan media elektronik untuk catatan akuntansinya. Apabila catatan klien menggunakan media elektronik, auditor dapat menggunakan teknik audit berbantuan komputer untuk membantu dalam pelaksanaan beberapa prosedur auditnya. Contohnya, auditor dapat menggunakan software untuk melaksanakan perhitungan dan perbandingan yang digunakan pada prosedur analitis, memilih sampel piutang untuk konfirmasi, melaksanakan penghitungan kembali berbagai macam perhitungan, dan lain-lain.

Sedangkan dalam melakukan audit internal untuk mengumpulkan fakta tentang penerapan sistem manajemen, auditor harus melakukan 3 teknik audit berikut yang dapat membantu mengumpilkan bukti-bukti penerapan.

1.         Describe (Menjelaskan)
2.         Demonstration (Memperagakan)
3.         Documentation (Dokumentasi)

Auditor dapat menggunakan 3 teknik audit internal di atas untuk memastikan sistem manajemen telah diterapkan secara efektif dan telah sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan manajemen.

REGULASI AUDIT
Teori regulasi disampaikan oleh Stigler (1971) yang mengatakan bahwa aktivitas seputar peraturan menggambarkan hubungan di antara kekuatan politik dari kelompok berkepentingan (eksekutif/industri) sebagai sisi permintaan (demand) dan legislatif sebagai supply. Teori ini berpendapat bahwa dibutuhkan aturan-aturan atau ketentuan dalam akuntansi. Dibutuhkan peranan pemerintah untuk mengatur ketentuan terhadap apa yang harus dilakukan perusahaan untuk menentukan informasi. Ketentuan diperlukan agar pemakai maupun penyaji mendapatkan informasi yang sama dan seimbang.
Menurut Scott (2009) terdapat 2 teori regulasi yaitu public interest theory dan interest group theory. Public interest theory menjelaskan bahwa regulasi harus dapat memaksimalkan kesejahteraan sosial dan interest group theory menjelaskan bahwa regulasi adalah hasil lobi dari beberapa individu atau kelompok yang mempertahankan dan menyampaikan kepentingan mereka kepada pemerintah.
Teori regulasi menunjukkan hasil dari tuntutan publik atas koreksi terhadap kegagalan pasar. Dalam teori ini kewenangan pusat termasuk badan pengawas regulator diasumsikan memiliki kepentingan di masyarakat. Peraturan yang dibuat pemerintah dianggap sebagai trade off antara biaya regulasi dan manfaat sosial dalam bentuk operasi improved pasar.
Pemerintah di banyak negara telah membentuk badan pembuat peraturan yang bekerja secara independen dan berusaha untuk menghasilkan standar akuntansi dengan kualitas tinggi yang akan memenuhi kebutuhan para pengguna laporan keuangan dalam membuat suatu keputusan. Beberapa pihak yang berperan aktif dalam laporan keuangan adalah pembuat laporan keuangan dan auditor eksternal serta pembuat peraturan seperti pemerintah dan departemennya (di Indonesia ada Dewan Standar Akuntansi Keuangan yang tergabung dalam Ikatan Akuntan Indonesia dan Bapepam).
Laporan keuangan yang dibuat oleh suatu perusahaan akan dipengaruhi oleh hukum, politik, sosial dan ekonomi dimana laporan keuangan tersebut dibuat. Terdapat banyak perbedaan pada kerangka peraturan akuntansi keuangan di masing-masing negara, tetapi ada beberapa unsur yang sama yaitu:

1.         Persyaratan Wajib
2.         Tata Pengelolaan Perusahaan
3.         Auditor dan Pengawasan
4.         Badan Pelaksana Independen

STANDAR DAN KERANGKA KERJA AUDIT
Kerangka kerja atau kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggrakan auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannnya, informasi yang diperolehnya, dan kesimpulan yang dibuatnya berkenaan dengan pelaksanaan audit.
Menurut SA 339. par 04 dikatakan bahwa kertas kerja harus disesuaikan dengan keadaan yang dihadapi dan kebutuhan auditor dalam melaksanakan suatu penugasan audit. Faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor mengenai kuantitas, bentuk, dan isi kertas kerja pada waktu melaksanakan penugasan audit, antara lain:

1.         Sifat penugasan auditor
2.         Sifat laporan audit
3.         Sifat laporan keuangan, daftar, dan keterangan yang perlu bagi auditor dalam pembuatan laporan
4.         Sifat dan kondisi catatan klien
5.         Tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan oleh auditor
6.         Kebutuhan dalam keadaan tertentu untuk mengadakan supervisi dan review atas pekerjaan yang dilakukan para asisten

Dokumentasi auditor antara lain berisi:
·           Semua jawaban terhadap risiko salah saji pada level laporan keuangan
·           Sifat, waktu, dan luas dari prosedur audit yang selanjutnya
·           Hubungan prosedur dengan penilaian risiko pada level asersi
·           Hasil dari prosedur audit
·           Sifat dan pengaruh dari jumlah salah saji
·           Kesimpulan auditor terhadap jumlah salah saji yang menyebabkan salah saji menjadi material
·           Faktor-faktor kualitatif yang dipertimbangkan auditor dalam mengevaluasi salah saji yang material dan kesimpulannya

Tujuan pembuatan dan penyampaian kertas kerja:
1.         Memberi dukungan yang principal atas laporan audit.
2.         Sebagai alat untuk melakukan koordinasi, mengorganisasi, dan mengawasi pelaksanaan seluruh tahapan audit.
3.         Bukti bahwa audit telah dilakukan sesuai standar auditing.
4.         Sebagai pedoman dalam melaksanakan audit berikutnya.

Kertas kerja harus disesuaikan dengan keadaan yang dihadapi dan kebutuhan auditor dalam melaksanakan suatu penugasan audit, ada 3 kelompok standar auditing, yaitu:

1.         Kertas Kerja Audit dan Standar Umum
Standar umum menyatakan tentang kompetensi, independensi, dan kecermatan dan keseksamaan pelaksanaan tugas.
2.         Kertas Kerja Audit dan Standar Pekerjaan Lapangan
Standar pekerjaan lapangan berhubungan dengan perencanaan dan pengawasan struktur pengendalian internal bukti audit kompeten yang memadai.
3.         Kertas Kerja dan Standar Pelaporan
Kertas kerja juga berhubungan erat dengan standar pelaporan. Kertas kerja berguna untuk mendukung pendapat auditor yang diberikan dalam laporan audit.

Pembuatan kertas kerja menggunakan 4 teknik dasar, yaitu:

1.         Pembuatan heading yang berisi nama klien dan judul untuk menngidentifikasikan isi kertas kerja, serta tanggal neraca atau periode audit.
2.         Nomor indeks yang dimaksudkan untuk memudah identifikasi dan referensi silang antara kertas kerja.
3.         Referensi silang (cross-referencing). Data dalam kertas kerja yang diambil dari kertas kerja lainnya atau yang digunakan dalam kertas kerja lain harus dberi referensi silang dengan nomor.
4.         Tick mark yang berupa simbol-simbol yang digunakan auditor untuk membuat referensi penjelasan naratif di mana pun dalam kertas kerja.

Kertas kerja merupakan bukti dilaksanakannya standar auditing, dan program audit yang telah ditetapkan. Kuantitas, tipe, dan isi kertas kerja dapat saja bervariasi tergantung pada keadaan yang dihadapi oleh auditor.
Dalam SA 339 dikemukakan bahwa kertas kerja biasanya berisi dokumentasi yang diperlihatkan:

1.         Pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik, yang menunjukkan dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan yang pertama.
2.         Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat,saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan.
3.         Bukti audit telah diperoleh, prosedur pemeriksaan yang telah diterapkan dan pengujian yang telah dilaksanakan,yang memberikan bukti kompeten yang cukup untuk menyatakan pendapat atas keuangan audit

Agar kertas kerja bermanfaat, maka harus memperhatikan hal-hal tertentu dalam pembuatannya. Kertas kerja yang dibuat harus:

1.         Lengkap
Dikatakan lengkap jika berisi semua informasi pokok dan tidak memerlukan penjelasan lisan sebagai tambahan.
2.         Teliti
Kertas kerja yang dibuat auditor harus bebas dari kesalahan, baik kesalahan penulisan maupun kesalahan dalam penjumlahan.
3.         Ringkas
Kertas kerja dikatakan ringkas apabila hanya berisi informasi pokok dan relevan dengan tujuan pemeriksaan.
4.         Jelas
Auditor harus menggunakan istilah-istilah yang tidak menimbulkan pengertian ganda. Auditor harus menyajikan kertas kerja secara sistematis.
5.         Rapi
Kerapian kertas kerja akan mempermudah pemahaman terhadap kertas kerja tersebut.

Pada dasarnya ada beberapa tipe kertas kerja audit. Namun demikian ada 7 tipe kertas kerja audit yang biasanya dikenal, yaitu:

1.         Program audit
2.         Working trial balance
3.         Ringkasan jurnal penyesuaian dan jurnal pengklasifikasian kembali
4.         Daftar pendukung
5.         Daftar utama
6.         Memorandum audit dan dokumentasi informasi pendukung
7.         Skedul dan analisis

Untuk memudahkan penelaahan kertas kerja yang dibuat asisten maupun staf auditor, berbagai jenis kertas kerja tersebut harus disajikan dalam susunan yang sistematis. Berikut adalah susunan yang umum dilakukan:

1.         Daftar laporan audit
2.         Laporan keuangan audit
3.         Ringkasan informasi bagi penelaah
4.         Program audit
5.         Laporan keuangan atas neraca lanjur yang dibuat klien
6.         Ringkasan jurnal penyesuaian
7.         Working Trial Balance
8.         Daftar utama
9.         Daftar pendukung

MANAJEMEN RESIKO
Manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur atau metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen resiko adalah untuk mengurangi resiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi, dan politik. Di sisi lain, pelaksanaan manajemen resiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen resiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya, resiko yang dibahas dalam manajemen resiko dapat diklasifikasi menjadi 4, yaitu:
1.         Resiko Operasional
2.         Resiko Hazard
3.         Resiko Finansial
4.         Resiko Strategik

Untuk melakukan manajemen resiko kita perlu melalui beberapa proses. COSO (Committee of Sponsoring Organization of the Treadway Commission) menyebutkan ada 8 kerangka yang berkaitan dalam manajemen resiko korporasi (MRK), yaitu:
1.         Lingkungan Internal (Internal Environment)
2.         Penentuan Sasaran (Objective Setting)
3.         Identifikasi Peristiwa (Event Identification)
4.         Penilaian Resiko (Risk Assessment)
5.         Tanggapan Resiko (Risk Response)
6.         Aktifitas Pengendalian (Control Activities)
7.         Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)
8.         Pemantauan (Monitoring)

Source:



Sunday, June 18, 2017

Tutorial Pembuatan Animasi pada Cincin

Nama : Firman Abdul F
              Ludfi Satria N
              Reshatama S A
Kelas : 3KA23

Pada kesempatan kali ini, akan dijelaskan tutorial membuat animasi pada suatu objek blender. Untuk sebelumnya kita sudah belajar membuat objek terserbut, dari objek tersebut akan dibuat sebuah gerakan yang bisa di sebut animasi.

Mari kita mulai pembuatan animasinya
1.       Kita bisa melihat dibawah ini ada sebuah gambar beberapa garis. Itu adalah garis animasi atau bisa dibilang garis pergerakan, garis hijau tersebut adalah garis aktif. Untuk memasukan animasi yang di buat cukup dengan klik garis hijau, pindahkan objek lalu tekan lah I lalu O untuk insert keyframe bisa juga menggunakan menu object pada bagian atas.


Berikut contoh pengerjaannya :

Anda bisa merubah posisi objek dengan cara mengubah kotak kotak berwarna hijau dengan sesuka anda dalam menggerakan animasi tersebut. Jika sudah menemukan posisi, lalu klik kanan dan pilih insert keyframe.


2.       Jika sudah memindahkan objek dan memasukan keyframe skrg mulai lah ke langkah proses pembuatan animasinya. Pertama harus di tentukan resolusi dari animasi tersebut seperti gambar dibawah ini.


3.       Jika sudah selesai dengan bagian resolusi dan yang lainnya kita tinggal menempatkan dimana file itu akan di simpan. Berikut gambarnya


4.       Setelah selesai menentukan pemilihan file lalu tinggal klik option ber ikon video



5.       Lalu tunggulah hingga hasil render selesai dan gambar akan bergerak dengan baik. Render akan berlangsung lama jika objek mempunyai banyak gerakan tetapi jika sedikit render akan berlangsung cepat. Dapat juga tergantung dengan kekuatan laptop yang mempunyai ram yang mumpuni atau tidak, karna itu memakan banyak waktu.





Saturday, May 6, 2017

BLENDER : MEMBUAT CINCIN 3D DAN ANIMASI KAMERA

Berikut akan dijelaskan langkah langkah dalam pembuatan objek cincin 3D
1. Dibawah ini adalah tampilan pertama dari blender dalam pembuatan cincin 3D

2. Hapus objek kotak yang berada di dalam blender dan create sebuah circle seperti dibawah ini, menggunakan menu yang berada di sebelah kiri.


3. Setelah pembuatan cirle ubahlah posisi kamera ke dalam posisi yang diinginkan dengan menggunakan numlock 5 dan numlock 1 sehingga menjadi posisi seperti dibawah ini, setelah merubah kamera rubah object mode menjadi edit mode pada menu bawah, dan ubah viewport menjadi wireframe


4. Untuk membuat bentuk dari cincin tersebuh menggunakan tombol E pada keyboard untuk memberikan wireframe dalam pembentukan cincin dan tombol S pada keyboard untuk mengatur skala dari wireframe.

5. Bentuklah Cincin dengan cara menambah kan wireframe dengan tombol e dan mengubah ukuran ukuran cincin seperti gambar dibawah sini

6. Dibawah ini adalah gambar setengah dari pengerjaan cincin ini dengan mudah dan simple

7. Selanjutnya tentukan ukuran yang diinginkan dalam cincin dengan mengatur skala dan menentukan ukuran yang mana yang di perkecil dan di perbesar dengan tombol b untuk memilih dan s untuk mengatur skala

8. Langkah terkahir  adalah membuat lubang dari sebuha cincin tersebut dengan cara menambarkan wireframe kearah bawah untuk membuat lubang untuk cincin seperti gambar dibawah ini


9. Setelah semua selesai step by step akan jadi lah objek cincin seperti dibawah ini dengan ukuran yang sesusai dengan kalian inginkan.

10. Untuk melihat bentuk aslinya kita cukup merubah mode tersebut menjadi objek mode, dan mengguanakn tombol z pada keyboard hingga akan terjadi seperti dibawah ini.



11. Sudah terbuatlah satu objek cincin 3D yang digunakan sebagai objek utama dalam pembuatannya.


Monday, March 27, 2017

Tools Pada Blender

Pengenalan Tools Pada Blender

Blender merupakan suatu softwere gratis yang Berebasis Opensource dan bisa digunakan untuk modeling, texuring, lighting, animasi dan video post processing 3 dimensi. Blender juga merupakan opensource 3D yang paling populer di dunia. Blender merupakan salah satu program Modeling 3D dan Animation, dengan mempunyai  kelebihan  sendiri  dibandingkan  program  modeling  3D lainnya. Kelebihan yang  dimiliki  Blender  adalah  dapat  membuat  game  tanpa  menggunakan program.


Gambar diatas merupakan tampilan awal Blender terlihat cukup sederhana. Disebelah atas ada menu menu yang penting yaitu FILE,ADD,RENDER,WINDOW dan HELP. Sedangkan untuk memberikan texture dan memberikan efek lainnya pada blender bisa dilihat dari platform sebelah kanan. Berikut ini akan saya jelaskan beberapa tools yang digunakan untuk membuat objek 3D. Ketika kita membuka Blender pertama kali maka akan muncul sebuah editor dimana editor tersebut terdapat 3 gambar yaitu:


Untuk orang yang baru menggunakan Blender pasti bingung objek apa itu dan apa kegunaannya. Saya akan menjelaskan kegunaan dari ketiga objek tersebut
1. Camera  berfungsi untuk menapilkan objek dalam bentuk 3D atau memview gambar yang kita buat. Inilah merupakan Camera Modelling pada Blender.
2. Cube, sebenarnya ini salah satu contoh bangunan objek 3D yang sudah disediakan.
3. Point Lamp digunakan untuk efek pencahayaan pada 3D object.
Untuk melihat objek serta type objek yang lainnya kita bisa gunakan shortcut shift+A atau klik Add pada menu maka akan muncul gambar berikut:

● Mesh
Mesh adalah objek terdiri dari  Polygonal Faces (bidang), Edges (batas / garis) dan Vertices (simpul), semuanya dapat diedit dengan editing tools di Blender.

● Curve
Curve / Kurva adalah Object Matematis yang dapat memanipulasi vertices dengan control handles atau control points.

● Surface
Surfaces / permukaan patch empat sisi yang termanipulasi dengan control points. Ini berguna untuk bentuk yang organik dan melingkar tetapi sederhana.

● Metaball
Metaball adalah object yang membentuk formasi berdasarkan volume 3D.

● Text
Pasti temen – temen semua sudah tau dari namanya. Text atau teks berfungsi menambahkan tulisan 2D


Fitur-Fitur pada Blender :

• Modeling, untuk membuat objek 3D

• UV Mapping, Memindahkan objek berdasarkan vertexnya

• Texturing, Memberikan texture pada objek

• Rigging, untuk membuatan tulang/bone pada objek

• Skinning, pemberian skin pada objek/model

• Annimation, pembuatan animasi/ gerakan pada objek dengan mengunakan time line


• Particle, pembuatan particle pada objek/model

Selain fitur - fitur ada juga banyak perintah dasar yang menggunakan shortcut pada keyboard yang digunakan pada umumnya sebagai berikut :

“B” key – Berfungsi untuk memilih banyak obyek dengan menggunakan windows drag.

Space bar – Berfungsi untuk menampilkan menu tool.

Number pad – Berfungsi untuk mengontrol view. “7” untuk “top”, “1” untuk “front”, “3” untuk “side”, “0” untuk “camera”, “5” untuk “perspective”, “.” Untuk memperbesar obyek yang telah dipilih, “+” dan “-“ untuk memperbesar atau memperkecil.

Mouse – Klik kiri berfungsi untuk mengubah, Klik kanan berfungsi untuk memilih, Klik tengah atau scroll berfungsi untuk memperbesar dan merotasi view.

“S” key – Berfungsi untuk mengatur skala sebuah obyek atau vertices.

“R” key – Berfungsi untuk merotasi sebuah obyek atau vertices.

“E” key – Berfungsi untuk meng-extrude vertices yang telah dipilih didalam “edit mode”.

“Z” key – Berfungsi untuk merubah view dari wireframe menjadi solid.

Masih ada banyak shortcut lain yang bisa digunakan itu hanya beberapa bagian yang sering digunakan dalam blender pada kondisi tertentu. 

Monday, March 13, 2017

Membandingkan Powerbank Xiaomi Asli Dengan Palsu

Ketika kita mendengar istilah supercopy, pasti langsung terbesit beberapa nama, seperti Samsung, iPhone, dan juga, Xiaomi. Ya, tahun lalu data menyebutkan bahkan ada lebih dari 2% smartphone merk Samsung dan Xiaomi yang beredar di pasaran itu tiruan, alias supercopy. Jelas, kita patut waspada ketika ingin membeli smartphone bermerek tersebut. Namun sepertinya kekuatiran bertambah, kerena baru-baru ini CEO Xiaomi, Lei Jun mengatakan jika ada sekitar 80% powerbank Xiaomi palsu yang beredar di pasaran.


Hal ini jelas akan merugikan kalian jika membelinya. Walaupun harganya lebih murah dari powerbank Xiaomi yang asli, namun kualitasnya jauh lebih rendah. Bagaimana caranya agar kalian tidak tertipu membeli powerbank Xiaomi palsu? Berikut ada beberapa tipsnya membedakan powerbank Xiaomi asli dan palsu, selain kalian bisa membelinya dari penjual resmi yang terpercaya (seperti langsung melalui Xiaomi Indonesia), serta juga mengerti harga pasaran power bank Xiaomi (laman resmi Xiaomi Indonesia juga menuliskan patokan harganya).



Berikut perbandingan mencolok antara PowerBank Xiaomi Asli dan Palsu :

1.
Powerbank Xiaomi asli memiliki bungkus yang rapi, dengan bahan berupa kertas yang tebal dan sulit dirobek. Berbeda dengan pembungkus powerbank Xiaomi palsu yang lebih mudah rusak kertas pembungkusnya.

2. 
 Powerbank Xiaomi asli juga bisa ditandai dari fisiknya, melalui bahan casingnya yang lebih nge-doff/matte. Untuk powerbank Xiaomi palsu biasanya warna atau bahan casing lebih glossy, terlihat mengkilat.

3. 
Kemudiaan kalian bisa memeriksa bagian tulisan di bagian bawah powerbank, jika tulisan tersebut terlihat samar-samar dan ketika diraba terasa timbul, berarti itu powerbank Xiaomi asli. Namun jika tulisannya terlihat lebih jelas, itu powerbank Xiaomi palsu.

4. 
Ciri khas lainnya powerbank Xiaomi palsu bisa didapatkan dengan memperhatikan bagian LED indikator. Powerbank Xiaomi alsi memiliki lubang LED lebih kecil, dan bila menyala cahayanya terlihat fokus, tidak berpendar seperti pada yang palsu.

Nah! Jadi kalian udah tau kan perbedaan asli sama palsu, jadi jangan sampe deh kalian kena tipu penjual penjual yg bilang Powerbank nya Original sebelum di cek telebih dahulu fisiknya.

Oia, kalian juga bisa cek via website loh yaaa.. Berikut cara caranya :

1. 
Masukkan kode tersebut di url: www.mi.com/verify

Masukkan 20 digit kode verifikasi ke kolom dibawah ini dan klik tombol “verify now”
2. 
Masukan 20 digit kode seperti diatas ini

3. 
Jika produk asli muncul tampilan seperti yang diatas.

Thursday, December 22, 2016

SISTEM INFORMASI BISNIS

Sistem informasi bisnis adalah penggunaan dan pengembangan sisteminformasi yang efektif dalam organisasi bisnis untuk mencapaia tujuan bisnis. Didalam organisasi bisnis terdapat enterprise information systems (revenuegeneration system), personal information systems (sales analysis systems), workgroup information systems (customer call system). Individu dalam sistem informasi bisnis terdiri atas manager dan non manager, professional dan non professional, akuntan, engineers, konsultan, juru ketik,lawyer, arsitek, dll. Setiap individu memiliki model aktivitas seperti planning, organizing, dan controlling. Informasi di sistem informasi bisnis meliputi pengetahuan yang diturunkandari data, dimana data ditempatkan dalam sebuah konteks dan sejumlah ketidak pastian yang dikurangi dari sebuah pesan.
Di dalam sistem informasi bisnisterdapat sebuah perbedaan yang membuat perbedaan yaitu dipengaruhi lima halsebagai berikut :

Pertinence(Kegunaan dan kejituan)
Timeliness(Waktu yangtepat)
Accuracy and (Ketelitian dan keseksamaan)
Reduce Uncertainty(Mengurangi ketidakpastian)
Element of surprise(Unsur kejutan)

Ada lima komponen pada sistem informasi bisnis yaitu :
1. Sistem, suatu elemen yang berhubungan, meliputi purposive system,open system, information system, dan computer information system.
2. Komponen sistem informasi meliputi entitas penting, interface,perintah khusus computer, dan perintah khusus orang.
3. komponen sistem informasi personal yaitu penggunaan computeruntuk melakukan fungsi bisnis yang memiliki tiga peran yaitu user,operator , dan developer.
4. komponen sistem informasi workgroup meliputi LAN (local area network), komponen ini memiliki tiga peran    yaitu sebagai user,melakukan fungsi tugas, dan sebagai operator.
5. komponen sistem informasi perusahaan yaitu sentralisasi computer ,pada setiap departemen memiliki terminal.

FUNDAMENTAL SISTEM INFORMASI BISNIS
Pada sitem informasi bisnis terdapat lima hal yang fundamental yaitu :
Transaction processing systems (TPS) yang meliputi ticket reservations systems,order-entry systems, check-processing systems, account payable systems, account receivable systems ,dan payroll systems
Management information systems(MIS). Sistem manajemen informasi memfasilitasi managemen dalam melakukan pengawasan, pengorganisasian, danperencanaan. MIS satu level diatas TPS yang dibangun dari TPS dan sumberinformasi internal lainnya.


Decision support system (DSS)
DSS berbasis komputer interaktif yangmembantu pengambilan keputusan terkait dengan lingkungan bisnis danmemecahkan masalah khusus berdasarkan prose ad-hoc. Titik kritis pada DSSterletak pada fleksibilitas dan adaptabilitas. DSS bersifat irregular needs.
Office automation system (OAS)
Berfunsi untuk membuat, menyimpan,memodifikasi, menampilkan dan mengkomunikasikan administrasi bisnis dalambentuk tulisan, verbal atau video. Aplikasi pada OAS meliputi stand alone wordprocessing, electronic mail, electronic bulletin boards, facsimile machines, voicemail, image processing, collaborative document processing, video conferencing,dan integrated OAS. OAS juga memiliki keterbatasan pada penerapannya yaitutidak ada generic arsitekturnya, banyak vendor yang mengembankan secaramandiri dengan standar yang berbeda, dan volume penyimpanannya (optical disk storage).
Executive support system (ESS)
ESS menyediakan informasi yangdibutuhkan oleh senior eksekutif dan menyediakan data ringkas pada levelagregasi tinggi.


Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
Pemanfaatan TIK di Sektor Bisnis
Bagi dunia bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Ini merupakan sumber yang penting, tetapi dulu perusahaan memiliki pengaruh yang kecil. Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan yang terbatas atas layanan yang diperoleh dari penyediaan layanan yang dikelola secara monopoli. Hari ini, para pengguna korporat meletakkan bersama keseluruhan jejaring di bawah kontrol mereka, memotong-pintas jejaring publik sebagian atau seenuhnya. Deregulation dan teknologi digital baru telah mengizinkan perusahaan untuk secara sadar merancang dan mengoperasikan jejaring telekomunikasi internal dan privat untuk meningkatkan posisi kompetitif mereka. Apa yang dulunya merupakan biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan kompetitif.

Komunikasi Bisnis dengan Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi. Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan hal  itu diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ).

E-Commerce dalam Komunikasi Bisnis
Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunaannya kini adalah e-commerce. Secara umum, e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan barang dan jasa dengan menggunakan media elektronik.Di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan / perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.
Sistem E-commerce dapat diklasifikasikan kedalam tiga tipe aplikasi, yaitu :

A. Electronic Markets (EMs), yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.

B. Elektronic Data Interchange (EDI), adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal, EDI didefinisikan oleh International Data Exchabge Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disepakati, yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer lain dengan menggunakan media elektronik”. EDI sangat luas penggunaaanya, biasanya digunakan oleh kelompok retail besar, ketika melakukan transaksi bisnis dengan para supplier mereka. EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain, tanpa memerlukan hardcopy atau faktur, sehingga terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.

C. Internet Commerce, adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.